No, It’s Just How You Look At It!
Hey guys! Back to posting! Yea!! Kalo dulu gue ngepost ampir tiap hari, sekarang gue ngepost ampir tiap bulan… = =" Dengan otak gue yang sekarang dan tugas-tugas biadab yang bejibun, sangat tidak memungkinkan untuk gue ngeblog tiap hari. Jadi, mohon kerjasamanya agar bersama-sama kita dapat membangun nusa dan negara kita tercinta, Indonesia. Halah, apa sih nggak nyambung. Oke! Back to topic~ Maybe you might find this post a bit… Err.. serious. Anyway, bisa diliat dari judulnya postingan gue hari ini tentang apa. Hehe. Ayo liat dulu baru kita lanjut ke paragraf selanjutnyah~
Sebenernya, gimana kita ngeliat sesuatu itu mempengaruhi reaksi kita loh. Contoh: Melihat cowok beli bakso 500 piring. Untuk orang cuek ato yang suka makan, paling reaksinya begini: "Ah biasa lah, paling dia lagi laper." Sedangkan cewek-cewek kurus-kurus paling mikirnya begini "Wuih, gile, gue makan 1 piring aja kadang nggak abis." Bahkan ada juga cewek-cewek centil (ato bahkan gay) yang berpikiran begini, "Ah, bakso peduli amat. Cowoknya dongs, HOT man!" Reaksi kita pasti beda-beda deh–kagum, bangga, nggak peduli, cuek, nggak nyangka, mati kaget, dan lain-lain.
Nah, barusan itu kan cuman contohnya. Eh, ralat ding. Contoh kasar sehari-hari yang simpel lah istilahnya. Maksut gue nyampein gini tuh sebenernya karena gue pengen lu pada tau kalo cara kita ngeliat sesuatu itu bisa ngebantu kita ngatasin masalah. Kalo lu liat masalah itu sebagai babon, eh beban, pasti ke mana-mana stress mulu deh. Gue jamin. Sedangkan, kalo lu liat masalah itu sebagai ujian dari Tuhan untuk nge-tes iman lu, pasti lu bakal menyelesaikan itu masalah sampe beres.
Kebanyakan dari kita tuh kalo dah punya masalah ntar malah reaksinya heboh sendiri dan membuat masalah baru. Contohnya adalah kalo orang tua kita bercerai, terus kita frustasi berat sehingga ngerokok ato konsumsi narkoba. Dan akhirnya jadi ditangkap polisi blablabla. Masalahnya jadi dobel kan? Salah siapa? Ya ELO! Jadi gini, masalah yang timbul di sini tuh nambah gara-gara reaksi lu sendiri! Kembali lagi ke contoh. Coba kalo pas lu frustasi, lu doa sama Tuhan. Ato curhat sama psikolog kek, siapa kek yang bisa dipercaya dan bisa nenangin hati lu, apakah masalah tentang dibilang ‘anak rusak’, ‘kanker paru-paru’, ‘ditangkap polisi’ itu bakal muncul? No way! Lalu gimana? Apa yang harus dilakukan? Cuman 1 kok. Ubah cara pikir dan cara lu liat masalah lu itu.
Ubah cara pikir dan cara ngeliat sesuatu itu gimana caranya? Well, only you can do it.
Don’t let your body and thoughts control you. You must be the one controling your body and thoughts.
Beberapa hari yang lalu, guru les TOEFL gue pernah bilang: "Yes, I know that you think reading all these TOEFL passages are boring. But you have no choice. You have to do it. You just have to change your way of thinking. If you see the reading passage as a boring thing, then you won’t be able to concentrate. All you could think about is boredom, boredom, and boredom. But if you see it as a challenge, you can do better because you want to overcome it. You don’t want to lose." I thought, yea, that’s so true! It really did help me a lot. I mean, I become so much better in the motivation of reading boring challenging things.
So, I just wanna tell you guys that actually, life’s can be easy. It’s just how you look at it. If you see life as diamond. Very precious and all, I bet your life will be exactly like what you think of. Gue jamin deh, 1 orang bisa bener-bener mengubah cara pikir aja bisa ngubah dunia. Okay, that’s it for today! Good morning and have a nice day, everyone!










